Wednesday, April 3, 2019
Ada sangat banyak definisi mengenai online shop, yang pada intinya saya sederhanakan sebagai sebuah kegiatan untuk menjual produk atau jasa secara online melalui internet, dimana penjual dan pembeli tidak perlu bertemu secara langsung dan hanya melakukan transaksi secara digital. Pembeli setuju untuk membeli sebuah produk atau jasa, kemudian mentransfer sejumlah uang yang disepakati kepada penjual, lalu barang dikirim oleh penjual menggunakan jasa pengiriman.
Media yang bisa digunakan untuk menjalankan online shop pun sangat banyak. Mulai dari website, marketplace (contoh : tokopedia, shopee, bukalapak, lazada), media sosial (contoh : facebook, instagram, whatsapp, youtube), dan lain sebagainya. Berbagai macam platform tersebut memiliki fitur dan keunggulan masing-masing untuk mendukung kebutuhan online shop kita dan bisa digunakan untuk saling menopang satu sama lain.
Namun ada yang lebih penting dari jenis media atau platform yang akan kita gunakan untuk berjualan, yaitu bagaimana mendatangkan pengunjung, atau dalam internet marketing biasa disebut traffic. Ada dua metode untuk mendatangkan traffic, yaitu metode berbayar (paid traffic) dan metode gratis (free traffic). Keduanya memiliki keuntungan dan kekurangan masing-masing.
Metode berbayar biasanya menggunakan iklan. Jika kita menggunakan website untuk berjualan, kita bisa menggunakan iklan google atau iklan facebook untuk mendatangkan pengunjung ke toko kita. Jika kita menggunakan facebook atau instagram, kita bisa menggunakan iklan facebook.
Selain itu metode berbayar juga bisa menggunakan jasa promote oleh orang-orang terkenal, semisal selebgram atau vlogger dengan subscriber tinggi, dengan harapan para pengikut mereka akan tertarik dengan produk yang mereka rekomendasikan, karena tidak bisa dipungkiri bahwa testimoni dan ulasan produk sangat penting dalam berjualan online.
Apakah harus paham teknologi dan ilmu komputer untuk bisa menguasai dasar-dasar online shop? Tidak perlu, karena banyak cara mudah dan sederhana untuk berjualan online.
Apakah harus punya modal besar untuk bisa berjualan online? Tidak perlu, karena dengan perkembangan teknologi saat ini yang memungkinkan munculnya online shop justru semakin memudahkan kita untuk bisa berjualan dengan modal seminimal mungkin, bahkan hanya bermodal handphone.
Di dalam online shop ada istilah supplier, reseller, dropshipper. Supplier adalah penyedia produk, reseller adalah orang yang menjual kembali barang dari supplier, dropshipper adalah orang yang menjual kembali barang dari supplier tanpa harus membeli terlebih dahulu produk dari supplier.
Sebagai permulaan, menjadi dropshipper adalah pilihan yang paling menarik karena kita bisa meminimalisir modal yang harus dikeluarkan untuk memulainya. Yang harus dilakukan adalah menemukan supplier yang tepat, terpercaya, dan tentu saja melayani dropship. Dimanakah kita bisa menemukan mereka? Marketplace, website, instagram, facebook, bahkan dari pedagang toko kelontong atau siapapun yang melayani dropship.
Cara kerjanya adalah, kita mencari pembeli dengan cara menawarkan produk dari supplier, bisa berupa foto atau video dengan keterangan produk selengkap lengkapnya, dan tentu saja dengan harga jual yang sudah dinaikkan. Ketika ada pembeli, maka mereka akan transfer ke rekening kita sejumlah harga barang dan ongkos kirim dari lokasi supplier ke alamat pembeli. Setelah itu kita order barang ke supplier kita sesuai pesanan pembeli, serta mengirim data lengkap pembeli (nama, alamat lengkap, kode pos, nomor telepon) sekaligus ongkos kirimnya, kemudian supplier mengirimkan barang pesanan pembeli dengan atas nama toko online kita.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)